9 Jan 2012

THE BEAVER (2011)



''The Beaver'' Hmm judul yang terlihat sedikit cute. Sebenernya ga ada yang lebih menarik dari film ini selain ingin melihat sentuhan-sentuhan sang sutradara yang tak lain adalah ''aktris maskulin'' Jodie Foster. Yapp saya sangat mengagumi wanita yang terlihat tangguh tersebut. Sejak ia bermain apik dalam Flightplan gw mulai mengagumi sosok foster sebagai aktris thriller bertalenta. Apalagi sejak ia dikabarkan juga memulai debut belakang layarnya sebagai sutradara. Dan kali ini The Beaver juga di sutradarai olehnya. dengan menggandeng aktor Mel Gibson, Jodie Foster kali ini juga ikut berperan sebagai Meredith di film bergenre drama psychologist ini 

Oke, sorotan utamaku dalam film ini adalah Mel Gibson yang kali ini berperan menjadi Walter Black. Ia adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan mainan, yang dilanda depresi hebat. Entah kenapa ia seakan  enggan untuk meneruskan hidupnya. Ia selalu mencoba mengakhiri hidupnya namun selalu gagal. Dan kehadiran The Beaver alias boneka berang-berang inilah yang akhirnya sedikit banyak menyelamatkan kehidupan Walter. Si berang-berang seolah menjadi sahabat sekaligus perantaranya untuk berhubungan dengan dunia luar, termasuk keluarganya. Mungkin lebih tepatnya si berang-berang coklat inilah tokoh penyelamat dibalik ''kepengecutan'' walter yang tidak berani menghadapi kenyataan hidupnya sendiri.

Menonton film ini sedikit membosankan bagiku.Tapi akting Mel Gibson yang terlihat mumpuni dalam memerankan dua karakter sebagai Walter sekaligus si berang-berang membuatku tetap bertahan hingga film ini berakhir. Akting Jodie Foster ku rasa sedikit kurang mendapatkan porsi dan kurang tersorot. Menurutku JF lebih keren bermain thriller daripada film-film drama seperti ini. Tapi sebagai seorang sutradara sepertinya JF sudah lumayan berhasil menjadikan film ini beda dengan yang lain. Setidaknya ide-ide yang di bawa sangatlah unik dan fresh. ''The Beaver ''. Yah si berang-berang yang bisa merubah hidup seseorang. Terlihat gila mungkin yah. Tapi itulah sebuah drama psikologi yang coba dihadirkan JF dan berhasil menjadi drama keluarga yang menarik

ABOUT

Hanya seorang pecinta film yang suka iseng nge-review film, menuliskan kesan-kesan tentang film dari sudut pandang pribadi

Mungkin hanya sebagian film yang ku review disini, tapi semoga, sedikit catatan film ini  bisa menambah referensi film :)         

                                                        

7 Jan 2012

THE EDGE OF LOVE (2008)

 


Film yang berlatar suasana perang dunia 2 thn 1940an ini bercerita tentang percintaan klasik yang melibatkan Vera (Keira Knightley), Dylan Thomas dan Caitlin. Dimana Dylan sang penyair yang telah beristri Caitlin, ternyata masih menyimpan rasa kepada Vera (cinta masa kecilnya) yang juga adalah sahabat Caitlin. Di lain pihak ada seorang kapten ganteng bernama William killick (Cillian Murphy) yang menaruh hati juga terhadap Vera. Sampai akhirnya mereka menikah sebelum William pergi bertugas. Dan akhirnya sampailah pada konflik-konflik yang melibatkan hubungan rumah tangga Vera-William dan juga persahabatan antara Vera-Caitlin, juga konflik William dengan Dylan yang masih saja gencar mendekati Vera.

Film dengan tema percintaan yang klise, tapi dengan dibalut suasana oldies yang kental dan pengambilan gambar yang terkesan klasik, film ini jadi terlihat orisinil dan natural. Cillian disini cukup professional dengan akting-aktingnya yang lumayan berani. Terlebih Keira Knightley yang terlihat sedikit naughty di scene-scene awal. Dengan gincu merahnya yang menggoda dan  tatapan-tatapan genitnya. Cillian di film ini seperti biasa selalu total dalam bermain ,walaupun pada akhirnya ketotalan aktingnya kali ini kurang bisa di tonjolkan secara maksimal oleh film ini. Mungkin karena plot film ini yang cenderung agak flat dan sedikit membosankan. 

Tapi diluar segala kelemahan-kelemahannya yang samar, film ini berhasil membungkus cerita  dengan suasana romantis yang kental. dan itu memberi keindahan-keindahan dan unsur artistik tersendiri di film ini. Dengan syair-syair dan puisi-puisi klasik yang coba dihadirkan di tiap scene nya. Perpaduan antara suasana klasik era thn 1940an, dengan kemasan film yang mengharu biru dan romantis dibumbui kisah persahabatan menjadikan Edge of love tetap layak dinikmati hingga akhir. Karena endingnya pun juga terasa tuntas dan mengharukan. Overall film ini mungkin memang sedikit agak flat, tapi berhasil dikemas dengan indah dan romantis. Happy watching


6 Jan 2012

INSIDIOUS (2010)



 


Jujur pertama kali tertarik dengan film ini karena ngeliat dari poster filmnya. Bukan karena gambar sang tokoh utama, tapi karena disitu disebutkan bahwa film ini disutradarai oleh James Wan (Saw) berduet dengan Oren Peli yang juga pernah menggarap Paranormal Activity. Pada awalnya film ini sebenernya diberi judul The Further, ketika lalu kemudian berganti jadi The Astral, sebelum akhirnya Insidious menjadi judul terakhir. Film ini Pertama kali diputar pada Toronto International Film Festival pada 14 September 2010. 

Insidious menceritakan tentang keluarga Josh dan Renai Lambert yang mempunyai 3 orang anak kecil-kecil. Mereka baru saja menempati rumah baru, tapi ternyata dirumah itu mulai terjadi keanehan-keanehan. Mulai dari barang-barang yang berpindah sendiri, Cali, bayi mereka yang tiba-tiba sering menangis, Dan kejadian-kejadian aneh lain. Sampai akhirnya Dalton, salah 1 anak lelaki mereka tiba-tiba jatuh dari tangga dan menjerit histeris di gudang dan kemudian koma. Tapi anehnya sangat misterius sekali apa yang dialami Dalton ini. Bahkan dokter pun angkat tangan dan ga tau apa yang dialami Dalton sesungguhnya. Dalton kemudian dirawat di rumah dan mulai banyak hal-hal misterius dan kejanggalan-kejanggalan lain yang dialami Renai Lambert. Apalagi ia sering sekali ditinggal lembur Josh. sampai akhirnya Renai mendesak Josh untuk pindah rumah lagi. Tapi ternyata pindah rumah pun tidak juga menyelesaikan masalah. kenapa? tonton sendiri deh lanjutannya :)

Ternyata  film ini ingin menonjolkan tema projection astral yang dialami Dalton. Projection astral seperti kita ketahui adalah keluarnya jiwa seseorang dari raga dan mengembara jauh ke dimensi lain. Sebagai film bertema haunted house film ini termasuk mengerikan buatku. Mungkin karena sudah cukup lama tidak menonton film-film bertema rumah berhantu yang bener-bener bikin parno. Film haunted house paling mengesankan tentu saja film nya Nicole Kidman The Others.dan juga film yang dibintangi Bruce Wilis The Sixth Sense yang keduanya mempunyai twist serupa. Insidious pada alhirnya mampu hadir sebagai horor supranatural yang cerdas, dengan memunculkan hantu-hantu yang walaupun agak sering 'nampang' tapi hantu-hantu tersebut tetep aja bikin kita scarry, karena kedatangan si hantu sendiri yang kadang agak konyol tapi ngagetin abiss. Juga tak ketinggalan ekspresi-ekspresi hantu lainnya terutama hantu-hantu gothic yang menyeramkan itu.  

Kualitas akting para cast-nya sih biasa-biasa aja  tapi karena nuansa old school nya kental, film ini tetep aja bikin merinding. Di dukung dengan scoring-nya ngagetin abis dan kadang bikin kuping pengang itu. Overall insidious adalah horor yang tidak mungkin dilewatkan karena sangat menyeramkan dan yang pastinya mengusung tema yang fresh yaitu tentang supranatural, khususnya projection astral. Dari dulu sangat penasaran dengan fenomena 1 ini dan ketika film ini ternyata menyuguhkannya tentu saja sangat mengesankan sekali. Apalagi di kemas dalam old school horor yang bener-bener creepy. 

 

FROZEN (2010)


 

Apakah yang akan kita lakukan jika terjebak di sebuah bangku gondola di ketinggian  diatas 50 kaki selama berhari-hari, dengan cuaca yang sangat dingin sementara dibawah telah menunggu gerombolan serigala-serigala pemangsa?

Parker (emma bell) , Dan, dan juga Joe, ingin bermain ski di malam hari. Mereka bersikeras  untuk menuju bukit ski, padahal sang penjaga mengatakan cuaca sedang buruk,  tapi mereka tetap memaksakan diri untuk mendaki bukit ski dengan menaiki lift/gondola. Pada akhirnya sang penjaga mengijinkan. Tapi sialnya saat gondola telah berjalan, diketinggian sekitar 50 kaki gondola tersebut tiba-tiba berhenti. Awalnya mereka mengira hanya kesalahan sistem aja dan gondola akan kembali berjalan. Tapi sampai sekian lama gondola tersebut tetap berhenti dan tidak berjalan kembali. Ternyata sang penjaga tadi bertukar dengan penjaga lain dan terjadi miss communication. Sampai akhirnya ketika wahana ski tersebut ditutup, gondola itu masih menggantung diketinggian diatas 50 kaki. Ketiga muda mudi tsb panik dong. apalagi badai salju tiba-tiba datang dan udara sangat dingin. Mereka merasa tidak mungkin bisa bertahan selama seminggu. Karena wahana itu selama seminggu ke depan akan tutup. Gimana nasib parker dkk, apakah mereka bisa bertahan dalam situasi yang menjebak tersebut? 

Gw suka banget film-film tentang sebuah keterbatasan di suatu sikon yang menekan. Lalu melihat bagaimana cara mereka untuk keluar dari situasi itu. Dan gondola menurutku adalah ide yang unik untuk sebuah film survival. Bagaimana mereka bergantungan di atas gondola selama berhari-hari, yang disana bener-bener dingin banget, kena badai salju  dan terancam serigala-serigala dibawah. Keren sih sebenernya konsep filmnya. Tapi ternyata dalam eksekusinya film besutan Adam Green ini kurang bisa membawaku dalam suasana keterpurukan. Apalagi akting para pemainnya juga kurang begitu istimewa terutama Emma Bell (as Parker). Ku rasa aktingnya doi sedikit kurang natural. Kalo di perhatikan scene-scene waktu ia nangis, waktu ia histeris, penggambaran emosinya sepertinya sedikit dipaksakan dan kurang lepas.  

Kekurangan lain, ada beberapa scene yang berasa kurang tuntas yang membuat penonton bertanya-tanya. Selebihnya sih film ini  keren-keren aja. tapi masih dalam tahap standar menurutku. Sayang sih sebenernya, karena ide filmnya pun udah unik banget, malah sebenernya dari posternya aja udah menarik banget, bener-bener menyiratkan kalo film ini bakalan jadi tontonan yang sangat menegangkan (pertama tertarik karena liat posternya )  Tapi ternyata setelah ditonton, film ini ga setegang dan  ga semencekam bayanganku. Apalagi di ending pun  juga gak didapati hal yang bener-bener mengejutkan. Jadi overall lumayan aja deh, karena seharusnya film ini bisa di eksekusi dengan aura yang lebih mencekam lagi :)