15 Agu 2012

DONT CLICK (미확인 동영상: 절대클릭금지) (2012)

 



Tema video terkutuk dalam sebuah film horor tentu sudah sering kita temui dalam film-film horor sebelumnya, seperti Ringu (1998), dan  Pulse (2006) . Kini Kim Tae-Kyeong sineas  yang pernah mendebut The Ghost ikut-ikutan membuat film bertema video terkutuk. Namun kali ini ia mengangkat tema yang lebih modern, yaitu menggunakan sarana youtube dan teknologi canggih masa kini. Jung-mi adalah seorang pelajar yang  terobsesi  menjadi terkenal. Setelah  ditinggal orang tuanya ke  AS ia sering mengunggah video-video tarian seksinya ke youtube hingga ia menjadi siswa yang sering bermasalah.  

Suatu hari, karena penasaran, Jung-Mi meminta pacar kakaknya (See Hee),  Joon-Hyuk, yang bekerja sebagai IT freelance di kepolisian, untuk men-download sebuah video terlarang yang sedang ramai dibicarakan orang. Setelah menonton video tersebut serangkaian kejadian aneh terjadi dengan Jung-Mi.  Akhirnya, See Hee harus menemukan cara untuk menyelamatkan adiknya  dari kutukan tsb. Dengan bantuan pacarnya, Joon-hyuk, Se-hee memutuskan untuk menonton klip tersebut dan menemukan petunjuk untuk menyelamatkan adiknya. 

Tema film ini lumayan menarik, mengangkat tema video kutukan tapi disesuaikan dengan perkembangan jaman, dimana teknologi dan alat komunikasi serta internet sudah menjadi suatu kebutuhan pokok sehari-hari. Sorotan pertamaku kali ini tertuju pada pemeran Jung-mi. Aktingnya sih lumayan total, ekspresi dalam menggambarkan ketakutan-ketakutannya juga lumayan dapet walau kadang agak lebay. Sedangkan sang kakak (See Hee), mukanya memang lebih cantik dan lebih lembut dari Jung mi tapi aktingnya cenderung kurang total. Hanya di akhir-akhir saja ia menunjukkan ketotalan itu. Sedangkan akting Joon hyuk (pacar sang kakak) menurutku standar-standar aja sih, tapi lumayan melengkapi jajaran departemen akting yang minim tersebut. 

Tapi tunggu dulu, walaupun minim cast, Dont Click tetap mampu menggenjot adrenaline dengan teror dari kamera, webcam dan juga cctv tersebut. Di awal-awal memang belom begitu terasa teror-teror tersebut. karena kita baru diperkenalkan dengan sosok kakak beradik itu. Baru setelah Jung-mi mulai menerima video kutukan tersebut keadaan mulai mengancam mereka. dan teror untuk penonton pun dimulai. Penonton dipaksa untuk menahan napas, dari pertengahan film sampai akhir. Bahkan ketika kita pikir teror itu telah mereda, kita seakan kembali dilempar dalam ketegangan dan ketakutan yang lebih jauh lagi. 

Yang kusuka dari film ini, walaupun sedikit lambat mencapai klimaks, tapi tensi ketegangannya (terutama di akhir-akhir film) tetap terjaga dengan baik sehingga gak membosankan. Dan yang pasti, karena ini tipe-tipe horor asia, sudut-sudut pengambilan gambar, detail-detail  dan tetek bengeknya  sangat  diperhatikan banget. Kekurangan-kekurangan di film ini, gw kurang suka dengan endingnya yang terlalu frontal dan terkesan seperti horor lokal (balas dendam hantu). Si hantu sendiri juga ga begitu menakutkan. Tapi secara keseluruhan Dont click not bad lah. Happy watching :)



14 Agu 2012

SUPER 8 (2011)


 


Sekelompok remaja di kota Lilian sedang membuat film zombie amatiran didekat rel kereta ketika tiba-tiba mereka tak sengaja melihat kecelakaan  sebuah kereta yang menabrak sebuah truk yang tiba-tiba saja melintas. Joel Courtney ( as Joe Lamb), Elle Fanning (Alice Daynard), Riley Griffiths (Charles Kaznyk), Ryan Lee (Cary) dan Zach Mills (Preston) bukanlah anak-anak yang mempunyai kekuatan super (tidak ada kaitannya dengan judulnya). Super 8 lebih berkaitan dengan kamera yang mereka gunakan dalam pembuatan film tersebut. Mereka kebetulan  membuat sebuah film dengan kamera berjenis super 8, maka kemudian film ini diberi judul Super 8. Tak disangka pagi hari setelah kejadian mengerikan tersebut banyak hal-hal misterius yang terjadi di kota Lillian. Beberapa orang, bahkan anjing-anjing  hilang, alat-alat rumah tangga pun juga raib. Apa hubungannya misteri-misteri itu dengan benda-benda yang sempat ditemukan Joe dkk didekat gerbong kereta?   

Kenapa yah bagiku film ini terasa sangat membosankan. Padahal rating di imdb lumayan mantap, diproduseri Steven Spielberg pula. Disutradarai juga oleh Jeffery Jacobs Abrams,  sang produser Clovervield yang sering menyembunyikan sang villain utama dalam tiap trailler dan film-filmnya. Yap mungkin saja jurus itu memang manjur kala ia terapkan di film Cloverfield dan film-filmnya yang lain, tapi menurutku tidak dengan filmnya yang 1 ini. Gw malah merasa bosan dan ngantuk ketika menonton. Mungkin JJ Abrams emang hoby banget memasukkan unsur-unsur drama di film-film sci-finya. Entahlah, yang jelas  sentuhan drama tersebut  justru membuat film yang harusnya fokus dalam ketegangan-ketegangan, menjadi datar dan bertele-tele.  

Tokoh utama dalam film yang disembunyikan itu juga udah bisa ditebak banget. Wujudnya juga bukan merupakan sesuatu yang baru. Jadi bagiku film ini tidak menawarkan sesuatu yang special. Mungkin yang bikin penasaran hanya pas awal-awal mereka menemukan kubus-kubus misterius tersebut. selebihnya sangat flat. Ya mungkin terlalu sadis juga kalo ku bilang film ini ga ada bagus-bagusnya karena dibagian-bagian tertentu tetap ada scene-scene yang lucu dan menarik juga, seperti waktu adegan  Elle Fanning sedang take adegan menjadi zombie, dan juga scene yang menarik lainnya adalah saat kecelakaan kereta yang super dahsyat itu .

Sepertinya film ini lebih menghibur untuk kalangan anak-anak dan remaja karena dibumbui kisah cinta monyet, juga dibumbui drama keluarga. Mungkin kalo ceritanya lebih difokuskan pada scene penggarapan film  dan scene makhluk asing akan lebih menarik dan tegang . Tapi nyatanya malah ceritanya meluber kemana-mana dengan bumbu drama disana sini. Untung saja  anak-anak yang bermain di film ini mempunyai kualitas akting yang mumpuni. Jadi bisa sedikit menutupi kekurangan-kekurangan. Happy watching :)

17 Jul 2012

THE B0Y IN THE STRIPED PAJAMAS (2008)


The Boy In The Striped Pajamas adalah sebuah film dengan latar masa genosida holocaust yang dilakukan Nazi di Jerman. Berkisah tentang persahabatan terlarang Bruno-the Deutschland Uber Allez, seorang anak dari keluarga tentara Nazi yang mengepalai kamp konsentrasi, dengan seorang anak Yahudi bernama Shmuel yang menjadi tawanan di kamp konsentrasi. YA.. pada awalnya Bruno harus ikut pindah dengan keluarganya ke daerah terpencil, mengikuti ayahnya  yang dipindah tugaskan. 


Bruno mengenal Shmuel ketika iseng menjelajah belakang  rumahnya yang ternyata merupakan kamp konsentrasi. Padahal ibunya selalu melarangnya ke belakang rumah tapi karena di dorong rasa ingin tahu dan jiwa bolang nya Bruno nekat menuju ke belakang rumah yang disangkanya hanya pertanian.  Bruno tentunya senang  bertemu dengan Shmuel setelah berhari-hari merasa kesepian di lingkungan barunya yang terpencil. 

Akhirnya ia tiap hari mengunjungi Shmuel dan membawakan makanan. Tapi persahabatan mereka tentu saja ga seperti layaknya persahabatan diluar sana. Tiap bercengkrama dan bermain, mereka harus dipisahkan oleh sebuah pagar kawat. Bruno seringkali merasa aneh karena semua orang di tempat itu memakai piyama bergaris , termasuk seorang pelayan di rumahnya yang juga  memakai piyama.  Lambat laun persahabatan mereka pun makin dekat. dan naluri seorang sahabat pun lambat laun tergerak untuk melakukan sesuatu untuk sahabatnya, tanpa ia tahu dibalik perbuatannya ada resiko besar yang mungkin terjadi.

Yaa, film ini ku akui sangat menyesakkan dada, mengharukan, menyentuh, segala pujian dehh, keren banget. Sebuah film independen yang sangat-sangat bagus. Menceritakan persahabatan indah tanpa mengenal perbedaan. Kepolosan anak-anak umur 8 tahun dengan segala sudut pandangnya yang sangat sederhana. keingintahuan mereka, kesetiakawanan yang berakhir tragis dan menyentuhhh. Ah lagi-lagi harus memuji film besutan Mark Herman ini. Kadang dalam menonton film kita seringkali menemukan ending yang bikin  nyesek. Nah film ini  tipe-tipe film yang juga bikin nyesekk.  Kalo dulu pernah ada yang nonton The Mist,  film ini sedikit sama rasa nyeseknya. Tapi kalo The mist rasa nyeseknya lebih ke sakit hati jatohnya :D, sedangkan  film ini lebih ke perasaan sedihhh dan menyentuh.  


Kita harus mengacungkan jempol buat para cast tentunya. Akting pemainnya terutama Asa Butterfield (Bruno) dan  Vera varmiga (ibunya Bruno) sangat baguss. Intinya sih  kalo gw lebih melihat film ini dari sudut pandang kepolosan serta keluguan Bruno yang notabene ga tau apa-apa tentang pekerjaan ayahnya. betapa sudut pandang seorang anak 8 thn tuh masih sangat sangat innocent dan hanya ingin bersahabat. Pesan tersirat yang sekiranya bisa di tangkap tentunya adalah tentang kesetiakawanan dalam persahabatan tanpa mengenal perbedaan. Dan kesempurnaan film itu kalo menurutku ga selalu tergantung pada ending yang membahagiakan, kadang film itu sempurna dengan caranya sendiri  :)


YES OR NO (2010)

 


Kata org jawa, ''witing tresno jalaran soko kulino''  (cinta datang karena terbiasa). Begitulah yang dialami Pai (Aom Sucharat Manaying) dan Kim (Suppanad Jittaleela). Dua mahasiswa cewek  yang ''terpaksa'' harus tinggal sekamar di sebuah asrama khusus cewek di deket kampus mereka. Kenapa terpaksa? karena pertamanya Pai enggan tinggal sekamar dengan Kim, dan sempet berniat pindah kamar untuk kedua kalinya tapi ga di perbolehkan.

Pai pada akhirnya benar-benar sekamar dengan Kim. Awalnya emang Pai terkesan memberi jarak pada Kim karena ia kurang suka dengan ketomboy-an Kim. Ia bahkan terlihat jutek dan bahkan memberi batas wilayah dikamar mereka. Tapi lambat laun Pai malah justru dekat dan terkesan dengan perhatian-perhatian Kim. Mereka pada akhirnya saling tertarik, dan saling cinta, seperti pepatah tadi. Tapi  ini bukan cinta biasa.. karena mereka sama-sama cewek. Itulah yang jadi konflik di film ini.  ketidakberanian Pai mengakui hubungannya yang tak semestinya itu, ditambah lagi latar belakang Pai berasal dari keluarga yang sangat protektif . Juga ternyata ada pihak-pihak yang menaruh hati terhadap mereka  seperti Jane, temen asrama yang juga tertarik dengan Kim, lalu Van (Sorranat Yupanant) yang juga menunggu cinta Pai.

Pas film ini mulai tayang rasanya langsung betah karena sinematografinya cantik banget. Setting asrama dan kamar juga diperlihatkan sangat enak, sudut-sudut pengambilan gambarnya juga oke banget. Salah satu kekurangan di film ini menurutku adalah akting pemainnya terutama Kim yang agak sedikit kaku. Tapi chemistry mereka (Kim dan Pai) lumayan oke juga walaupun kadang aneh dan risih juga ngeliat sesama cewek mempunyai hubungan emosional.  Yang jelas para pemain ceweknya cantik-cantik banget, apalagi yang jadi Jane (Arisara Tongborisuth), menurut gw doi agak mirip sm Nindy deh hehe . Unsur komedi di film ini juga dapet, endingnya juga cukup mengejutkan. Lumayan lah untuk sekedar hiburan terlepas dari scene-scene yang kadang sedikit membosankan. Yes Or No berhasil mengangkat cerita tentang sisi-sisi lain atau sisi tak lazim dari sebuah hubungan.
 


7 Jul 2012

THE STEPFATHER (2009)


 

Premis film ini sebenernya bisa di bilang pasaran. Seorang misterius tiba-tiba hadir ditengah keluarga dan mengancam keberadaan mereka. Tapi entah kenapa tetep gak kapok dan ga bosan-bosannya ya menonton film-film kayak gini. The Stepfather merupakan remake dari film berjudul sama di tahun 1987. Menceritakan tentang perkenalan  Susan Harding  dengan  David Harris di sebuah supermarket. Susan yang seorang janda dengan  3 orang anak sepertinya langsung tertarik dengan sosok David yang simpatik dan mempesona. Tanpa mengetahui identitas dan latar belakang David lebih jauh Susan akhirnya bertunangan dengan David. 

Tidak seperti sang ibu yang sangat mempercayai sosok David, Michael Harding si sulung yang baru saja pulang dari sekolah militer justru curiga ada yang ga beres dengan ayah tirinya tersebut, karena kebaikan-kebaikannya yang dirasa terlalu lebay dan kadang sering ga konsisten dalam menceritakan masa lalunya. Lambat laun, kejadian-kejadian lain pun makin meyakinkan kecurigaan Michael, walaupun kekasihnya Kelly kadang tidak sependapat dengan kecurigaan-kecurigaannya tapi Michael justru makin ter-obsesi untuk melakukan penyelidikan.

Walaupun ide ceritanya gak lagi orisinil, tapi sebagai seorang yang sekedar ingin menikmati film, gw cukup terhibur dengan film besutan  Nelson McCormick ini. Alurnya yang terkesan rapi dan ga tergesa-gesa sangat enak untuk dinikmati. Beberapa kejadian emang sangat predictable dan kadang ada yang sedikit janggal jika di pikir-pikir lagi, tapi untungnya ketegangan-ketegangan yang disajikan bisa terjaga konsisten hingga akhir film. Untuk cast-nya emang ga begitu familiar dengan wajah-wajahnya, tapi akting mereka lumayan juga sih. apalagi mimik muka Michael dengan segala tatapan kecurigaannya. Kalo akting Dylan Walsh  (David Harris) sosoknya sih menurutku ga begitu mengerikan sebagai seorang villain, tapi doi berbakat juga saat melancarkan aksi tebar pesona-nya :D

Inti film ini sebenernya hanya bertujuan untuk memberikan gambaran sosok David Harris dan kelihaiannya dalam menipu janda-janda muda, dan tentu aja dibalik itu semua menyiratkan sebuah pesan, agar jangan mudah percaya dengan seorang yang terlihat kebapakan dan simpatik, jangan cepat jatuh cinta dan dibutakan oleh kesan pertama. Kadang perlu mengetahui seluk beluk seseorang sebelum memutuskan untuk berhubungan.