24 Apr 2012

MAN ON A LEDGE (2012)


 

Seorang lelaki berdiri di tepi gedung tinggi. Akan bunuh dirikah ia? Sesuatu yang catchy ketika melihat poster film ini yang sepertinya ''menantang'' untuk segera ditonton. Pasti sebuah thriller yang akan sangat menegangkan dan memacu adrenalin. Setidaknya saat pengambilan gambar banyak dilakukan dari atas gedung. Benar saja, ketika beberapa scene mulai memperlihatkan Sam Worthington berdiri disisi-sisi gedung, tangan ini langsung berkeringat. Tentunya film ini sangat tidak cocok ditonton untuk orang-orang yang phobia akan ketinggian, Karena akan sangat mengerikan saat pengambilan gambar dari atas gedung. Film ini dibintangi oleh deretan cast ternama, seperti Sam Worthington, Elizabeth Banks, Jamie Bell dan Genesis Rodriguez. 

Nick Casidy (Sam Worthington) seorang mantan polisi yang berstatus buronan tiba-tiba menuju hotel Roosevelt  dan memesan makanan terakhir lalu kemudian berdiri ditepi gedung lantai 23. Perbuatannya tersebut mengundang perhatian orang-orang dibawah gedung, lalu polisi pun datang. Tentu saja mereka semua mengira Nick akan bunuh diri. Situasipun langsung heboh. Lydia Mercers seorang negosiator handal yang sedang bercuti  pun di datangkan untuk menangani Nick. Dan ternyata terungkaplah bahwa aksi Nick tersebut hanyalah bagian dari ''rencana besarnya'' bersama adiknya Joey Casidy dan pacarnya (Rodriguez)

Ngeliat Nick berdiri dipinggiran gedung selama berjam-jam terasa sedikit membosankan. dengan kata lain gw lumayan terganggu dengan akting Sam yang sama sekali ga all out. Beda dengan Elizabeth Banks yang menurutku justru berakting dengan sangat enjoy. Kelebihan film ini adalah ide cerita yang cerdas. walaupun dalam script  ada beberapa bagian cerita yang keliatan sangat dipaksakan. Akting yang lumayan justru ditunjukkan oleh Jamie Bell dan Rodriguez. Aksi-aksi mereka dilakukan dengan natural dan tidak kaku. Mungkin karena didukung tempo film ini yang beralur cepat menjadikan aksi mereka bisa dinikmati lebih tegang dan mengalir apa adanya,  lebih mengasyikkan dibanding harus mengamati sang bintang Last Night dan Avatar itu berdiri menantang maut dengan akting yang flat dan ekspresi membosankan.

Man On A Ledge  secara keseluruhan menegangkan. Tapi sangat di sayangkan, ketegangan itu kurang tercipta pada saat adegan-adegan Nick ditepian gedung, padahal adegan itulah yang sebenernya membuatku interest. Pada scene-scene pertama emang terasa menegangkan sekali melihatnya berdiri disisi gedung, tapi sepertinya tensi ketegangan itu perlahan-lahan menurun ketika motivasi Nick mulai terungkap. Yah, pada akhirnya Man On A Ledge emang bisa dinikmati, tapi sewajarnya aja tanpa harus ber-ekspektasi tinggi. Intinya tontonlah film ini dengan enjoy maka kamu akan bisa menikmatinya.

Abaikan plot hole, abaikan script yang agak sedikit mengada-ada, abaikan akting Sam Worthington yang sedikit membosankan, maka kamu akan bisa menikmati film ini. Apalagi dibeberapa scene adegan Joey dan Angie disisipkan beberapa hal konyol yang sedikit memancing tawa. Untungnya Asger Leth mampu membuat Man On A Ledge tidak hanya  menegangkan karena berpacu dengan waktu, tapi juga menggelitik di beberapa scene.  Dan 1 lagi, untungnya  Asger mampu meng-handle tempo dan alur film ini sehingga tidak terkesan lelet. Itu kelebihan yang masih bisa dinikmati. Overall bukan film yang sangat mengecewakan, tapi  Man On A Ledge tidak juga sangat mengesankan.


15 Mar 2012

VACANCY (2007)


 

Film ini adalah film yang mungkin akan membekaskan ketakutan bagi kamu yang sering bepergian dan menginap di motel ataupun hotel. Karena pada dasarnya setting film ini adalah hampir sepanjang durasi bertempat di sebuah motel misterius. Sekedar mengingatkan aja, sebaiknya kalau bepergian atau harus berhenti disebuah tempat sepi tetaplah harus waspada dan berhati-hati. Apalagi dalam memilih tempat beristirahat atau motel. Karena kalau gak hati-hati bisa-bisa mengalami apa yang dialami Luke Wison dan Kate Beckinsale di film yang bakal ku review ini :D

Jadi ceritanya pada suatu malam David (Luke Wilson) dan Ami Fox (Kate Beckinsale) yang sedang dalam proses perceraian sedang dalam perjalanan. Karena macet David sengaja keluar dari jalan tol dan mengambil jalan pintas melewati pegunungan. Dalam kelelahan itu, mobil mereka mengalami gangguan-gangguan dan akhirnya mogoklah mobil mereka di daerah pegunungan Pinewood. Mereka akhirnya memutuskan untuk menginap disebuah motel di daerah pinewood tersebut sambil menunggu pagi. Dikamar itu David tiba-tiba menemukan sebuah video pembunuhan ketika ia mencoba menggunakan fasilitas termasuk tv beserta video. Yang lebih aneh, ternyata salah 1 adegan didalam video tersebut bersetting dikamar yang mereka tempati dimotel itu. Motel lumayan mewah yang mereka kira aman-aman saja, ternyata menyimpan berbagai kengerian yang tak pernah terbayangkan.

Udah banyak film yang mengangkat tema kayak gini. Seseorang tersesat atau harus terdampar disebuah tempat terpencil lalu mengalami peristiwa mengerikan. Tapi yang ceritanya simpel gini justru lebih menyenangkan menurutku, karena ga terlalu banyak pemain yang terlibat dan ga terlalu banyak setting. Dan setting motel didaerah pegunungan pinewood menurutku juga menarik. Bahkan dari awal, atmosfer dingin dan sepi daerah pegunungan itu juga sudah sangat terasa.

Vacancy memang lebih banyak bersetting dimotel, setelah sebelumnya diperlihatkan perjalanan David dan Amy dalam mobil mereka. Tapi walaupun begitu, ini sama sekali bukan thriller yang membosankan. Walaupun film ini sedikit berbumbu drama tapi juga ga mengurangi unsur ketegangan karena aktingnya Kate dan Luke sangat meyakinkan dan natural. Dialog-dialognya memang simple dan yahhh, alurnya emang sedikit mudah ditebak dan sangat familiar bagi yang sudah sering menonton film-film thriller. 

Film ini ga berlama-lama dalam membawa kita kedalam area motel itu. Dengan tempo cepat Vacancy segera membawa kita bertegang-tegang ria sesekali mengajak kita ikut main petak umpet bersama Luke Wilson dan Beckinsale. Walaupun menegangkan tapi terasa mengasyikkan. Kita seakan dibawa dan mengalir bersama film thriller yang sebenernya tidak punya dasar cerita yang special ini. Ya, cerita film ini tergolong simple dan ketebak, tapi cara film ini menghadirkan suasana motel dan sekitarnya yang sepi dan misterius bener-bener dapet. Sehingga sebagai penonton kita berasa ada dimotel tersebut. 

Jadi dengan kata lain ini hanyalah film thriller ringan yang cocok untuk sekedar hiburan disaat weekend. Semua serba enak diikuti, ga harus mikir, kita tinggal menikmati ketegangan yang disajikan sepanjang film. Hanya saja memang ada  hal-hal yang terkesan janggal di akhir film. Tapi overall Vacancy yang tahun 2007 ini oke sih. Lumayan untuk sekedar tontonan ber-malam mingguan, yaah walaupun endingnya agak kurang masuk akal, tapi sepanjang film sangat seru untuk diikuti. Happy watching :)


25 Feb 2012

THE WOMAN IN BLACK (2012)



Jujur diriku bukan penggemar film Harry Potter. bukan juga penggemar seorang Daniel Radcliffe. Dan dua unsur itu bukan alasan kenapa tiba-tiba memutuskan untuk nonton film yang diangkat dari novel karya Susan Hill ini. Bahkan sebelumnya gw juga gak begitu tau tentang jajaran cast yang menghiasi film ini. Bahkan jika disana ada nama Daniel Radcliffe dengan embel-embel Harry Potternya yang telah melekat kuat itu. Gw murni pada awalnya hanya ingin melihat ada apa dengan sang wanita misterius yang konon sering menampakkan diri dengan gaun hitamnya. Plot film ini mengisahkan Arthur Kipps (Daniel Radcliff), sang tokoh utama yang disitu menjadi seorang pengacara yang ditugaskan sang bos untuk mengunjungi Eel Marsh House, sebuah rumah kuno di  sebuah desa terpencil untuk menyelesaikan permasalahan berkas klien yang baru saja meninggal. Dan ternyata di sana ia menemui hal-hal misterius dan mengerikan, seperti melihat wanita bergaun hitam dan anak-anak yang terbunuh secara misterius. 

Ga ada yang terlalu istimewa dari The Woman In Black. Sebuah film horor thriller yang bahkan ga banyak melibatkan darah. Hanya misteri sepanjang film yang juga dikemas dengan lambat dan cenderung flat. Juga sisi-sisi keseraman yang cenderung klise, seperti  bayangan-bayangan, suara misterius, dan boneka-boneka juga manekin-manekin  yang siap meneror kita sepanjang pertengahan durasi. Mungkin bagi yang jam terbangnya kurang dalam menonton horor khususnya film-film dengan tema rumah berhantu akan merasa sangat-sangat seram menonton film ini. Tapi bagi yang sudah sering melihat film-film serupa, film ini akan terasa biasa aja. Mungkin kesan oldies khas horor klasiklah yang akan sangat terasa di sepanjang durasi (mengingat film ini berdasarkan novel lawas) dan juga beberapa moment-momen mengagetkan dipertengahan film. TWIB memang masuk jajaran box office, tapi entah kenapa buat saya horor yang 1 ini kurang greget  dan terasa membosankan ya.

Meski begitu, akting  Daniel Radcliffe sendiri bisa dibilang lumayan mengingat ini pengalaman pertamanya sepertinya bermain dalam film horor. Ekspresi takutnya lumayan  dapet  walaupun kadang mimiknya terasa membosankan dengan ekspresi-ekspresinya yang itu-itu aja. James Watkins sang sutradara sepertinya begitu yakin dengan filmnya ini. Mungkin karena faktor  Radcliffe yg secara tidak langsung sudah menjadi daya tarik film ini. Walaupun pada akhirnya terjebak pada ke-klisean. Ending film ini juga terkesan biasa aja. Jadi menurutku film ini belom bisa dikatakan istimewa (maap ya buat penggemarnya Daniel Radcliffe :p )


24 Feb 2012

THE GREY (2012)


Kadang dalam keterpurukan kita mungkin mengalami masa-masa putus asa dan merasa bahwa hidup ga ada artinya lagi. Tapi ketika kita benar-benar  berada pada posisi terancam (yang sebenarnya), kita baru merasa bahwa arti hidup dan rasa aman  itu ternyata sangat mahal dan kita akan mencoba tetap bertahan hidup ketika sederetan bahaya mengancam

Itulah selarik pesan yang sekiranya bisa dipetik dari film The Grey arahan sutradara Joe Carnahan. Dengan menggaet tokoh utamanya Liam Neeson, yang belakangan sering memukau dengan aksi-aksi  garangnya. Ia kali ini berperan menjadi John Ottway. Di film adaptasi dari cerita pendek Ghost Walker ini,  Liam terlihat melakoni peran action-thrillernya dengan sangat baik. dan ku akui kali ini ia cukup garang  berperan sebagai John Ottway. 

Plot film ini bercerita tentang John Ottway yang bekerja di sebuah pengeboran minyak di Arctic, yang ketika hendak pulang bersama rombongan pekerja tambang yang lain, pesawat yang membawa mereka tiba-tiba terjatuh di pedalaman alaska yang sangat-sangat dingin.  Yapp ini memang film thriller- action tapi berbau-bau survival juga. Ada unsur-unsur ketegangan, keterbatasan, kepanikan disana. Sangat memenuhi kriteria film favoritku lah. Bukan hanya unsur keterbatasan akan suhu hangat, akan benda-benda untuk bertahan hidup. Tapi juga cara mereka bertahan dari serigala-serigala yang menjadi monster penyerang dalam film ini.

Ya, film  ini membangun ketegangan lewat serigala-serigala yang akan menyerang John dkk. Wolf killing actionnya bener-bener  frontal dan sadis, tapi justru kefrontalan film ini dalam memvisualisasikan ketegangan itu lah yang membuat film ini dramatis. Hanya saja pengambilan gambarnya dan cara eksekusi serigala-serigalanya memang kurang begitu jelas karena keburaman-keburaman yang terlalu ingin ditampilkan dari efek pedalaman alaska yang dingin dan berkabut itu. Dan juga kadang eksekusinya di malam hari dimana penerangan juga minim . 

Bicara ending, film ini emang mempunyai ending yang gantung atau lebih tepatnya open ending. Tapi menurutku  film ini tetep sempurna dan realistis. Karena mungkin kalau akhirnya film ini berakhir seperti harapan penonton, mungkin malah sangat keliatan dipaksakan. So, menurutku ending film ini sudah sangat tepat dan memang sudah seharusnya berakhir dengan ''seperti itu''. Overall film ini bisa dibilang sebagai tontonan semi drama yang mempunyai pesan-pesan kehidupan. Tapi sebagai film survival  The Grey juga sangat menegangkan.

life or die on this day ???

20 Feb 2012

DEVIL (2010)





Devil mengambil setting di sebuah lift setelah sebelumnya diperlihatkan kasus bunuh diri seorang yang melompat dari atas gedung. Ceritanya ada lima orang yang tiba-tiba saja  terjebak di suatu lift gedung pencakar langit. Kelima orang tersebut terdiri dari seorang salesman, staff sekuriti temporer, seorang wanita paruh baya, seorang pemuda mantan marinir dan seorang wanita muda. Lift tersebut tiba-tiba mati tanpa sebab yang jelas kemudian satu per satu mulai terluka dan terbunuh secara misterius hingga akhirnya kelima orang tersebut saling tuduh-menuduh siapa yang tlah melakukan pembunuhan itu. Tidak ada diantara mereka yang tahu siapa yang telah membunuh karena lampu lift selalu mati saat kejadian. .Ada unsur supranatural dalam film ini, ketika diduga ada kekuatan iblis yang berperan dalam kejadian misterius tersebut. Jadi sebenarnya siapa yang merupakan jelmaan iblis yang menjadi pembunuh diantara kelima orang tersebut?

Film ini diproduseri oleh M. Night Shyamalan, di sutradarai oleh John Erick Dowdle (Quarantine) dan ditulis naskahnya oleh Brian Nelson. Devil merupakan pembuka The Night Chronicles karya Shyamalan yang akan dibuat trilogi. Walaupun Shyamalan kali ini hanya duduk dibangku produser dan hanya menyumbang ide cerita semata, aroma misteri khas Shyamalan tetap tercium kuat difilm ini, Ciri khas Shyamalan tetap saja menguar ditiap celah misteri yang ditebar. Ga bisa dipungkiri kekuatan Shyamalan adalah pada film-film jenis ini. Walaupun ia tidak men-direct langsung, tapi terasa sekali adanya peran lebih Shyamalan difilm ini. 

Devil mempunyai jajaran cast yang sama sekali tidak terkenal, mengingatkan kita pada Exam yang juga menggandeng cast yang asing dimata penonton. Menilik akting para pemainnya, semuanya cukup meyakinkan (kelima org di lift)  tapi sayangnya keterlibatan pihak-pihak diluar lift yang terlalu di expose sedikit mengurangi rasa 'terpuruk' yang dialami orang-orang dalam lift dan juga mengurangi sensasi claustrophobia untuk penontonnya. Menurutku sih kalo dibandingkan dengan film-film 'terjebak' lain seperti 127 hours dan Buried, film ini memang sama-sama bagusnya, sama-sama menegangkan, tapi tidak lebih baik karena di film ini terlalu banyak pihak-pihak diluar ''si terjebak''  yang terlibat wara wiri, menyelidiki, dsb. 

Ya mungkin memang begitulah skenarionya. tapi kalo gw sih lebih suka film-film yang bener-bener ikut nyiksa psikis penontonnya, kayak Buried misalnya karena bener-bener minim pemain.Tapi pada akhirnya Devil tetap menjadi tontonan misteri yang mampu 'mengutak atik' otak penonton, membuat kita ikut pusing menemukan kepingan-kepingan jawaban untuk menebak-nebak siapakah sang pelaku pembunuhan. yah, walaupun di beberapa bagian kadang ga fokus dalam membawa kita dalam tingkat ketegangan, tapi akhirnya di maafkan karena endingnya yang lumayan mengejutkan. Juga karena kelebihan lain yang sangat menonjol yaitu  pesan-pesan religi yang terkandung didalamnya. Happy Watching ^^