23 Des 2011

THE PROPOSAL (2009)


Film ini berkisah tentang Margaret Tate (Sandra Bullock). Ia adalah kepala editor perusahaan penerbit buku yang sangat bossy, judes, otoriter, dan ga disukai oleh anak buahnya, termasuk  asisten pribadnya, yakni  Andrew Paxton (Ryan Reynolds). Suatu saat Margaret nyaris di deportasi dari Amerika dan harus balik ke Kanada. Tapi karena ia gak mau ninggalin karirnya di Amrik, akhirnya di depan petugas imigrasi Margaret maksa Andrew untuk bersandiwara seolah-olah mereka mau menikah. Margaret menjanjikan Andrew akan menjadikannya editor dan menerbitkan naskah Andrew. Sebaliknya, jika Andrew menolak, Margaret memastikan Andrew akan kehilangan pekerjaannya. Meski sangat membenci Margaret, Andrew terpaksa memenuhi tuntutannya dan merekapun mengunjungi kampung halaman Andrew di alaska untuk mengumumkan rencana pernikahan mereka

Sebagai film rom-com, The Proposal bukanlah film yang mempunyai tema original, malah cenderung klise. Seorang yang dulunya membenci, karena suatu keadaan dan karena terbiasa berinteraksi pada akhirnya malah saling jatuh cinta. Istilah jawanya witing tresno jalaran soko kulino. Premis yang pasaran banget kan untuk sebuah romantic comedy. Tapi The Proposal tetaplah menjadi sebuah rom-com yang enak untuk dinikmati. Dengan para castnya yang  sudah ga diragukan lagi kemampuan aktingnya dalam genre romantic comedy, yakni Ryan Reynolds dan Sandra Bullock. Perpaduan akting keduanya lumayan klik. Bullock mampu memerankan seorang yang otoriter dan bossy, Ryan Reynolds pun juga cukup piawai mengolah mimiknya sehingga terkesan sebagai seorang asisten yang cukup tertindas oleh atasannya

The Proposal memang diawal-awal agak membosankan tapi begitu Margaret datang ke kampung halaman Andrew, cerita film ini pun mulai hidup. Sebagai sebuah rom-com film ini lumayan menghibur, banyak adegan-adegan konyol yang membuat kita tertawa walaupun gak terlalu bikin ngakak banget sih, tapi cukup memancing senyum. Apalagi saat anjing putih yang bernama kevin  (ups, gamau spoiler :p), entah kenapa adegan itu sangat koplak menurutku hahaha, ga cuma anjingnya yang lucu, neneknya Andrew  juga kocak banget wkwk. Ga hanya menawarkan keromantisan dan kelucuan, ada beberapa scene juga yang mengharukan di film besutan Anne Fletcher ini. Dan ku suka banget dengan adegan-adegan penutupnya, terutama ending dan adegan wawancara saat credit title :D

Selain para cast yang bermain bagus dan beberapa adegan kocak didalamnya, pesan yang disampaikan film ini juga bagus. Pesan moral yang mungkin klise banget dan cenderung FTV banget. Jangan terlalu membenci seseorang, karena nantinya bisa berbalik menjadi cinta !! klise kan pesannya, tapi disampaikan dengan balutan komedi dan bumbu keromantisan yang pas dan ga berlebihan. Setting sitka, alaska juga lumayan bagus dan memanjakan mata, terutama rumah Andrew yang berada di pulau pribadi itu. Film ini adalah sebuah romantic comedy yang enak dinikmati. Memang bukan sebuah kudapan yang fresh tapi masih saja lezat untuk dinikmati sambil meminum teh disore hari, Happy Watching ^^ 



VACANCY 2: THE FIRST CUT (2009)




Setelah  menonton vacancy yang tahun 2007, akhirnya penasaran juga untuk nonton vacancy 2 (walaupun ni film emang cuma straight to dvd  alias ga mejeng di bioskop). Ku pikir pertamanya Vacancy 2 ini adalah sekuel dari Vacancy yang pertama tapi ternyata film ini justru adalah prekuel dari Vacancy 1. Karena merupakan prekuel, peristiwa yang diceritakan di film ini lebih menceritakan awal mula  pengelola motel (yang kala itu bernama motel Meadowview) yakni Gordon dan Reece yang awalnya ternyata hanyalah berbisnis dengan merekam video porno tamu-tamu yang datang.

Sampai akhirnya bertemulah mereka dengan Smith seorang pembunuh maniak, yang akhirnya mengajak berbisnis ''sesuatu yang lebih mengerikan'' seperti yang pada akhirnya kita lihat saat di vacancy 1. Nah yang di ceritakan di Vacancy 2 ini peristiwanya tentang 3 orang bernama Caleb, Tanner, dan Jessica yang  menginap di motel Meadowview dan sialnya mereka adalah  sasaran pertama bisnis yang baru saja di buat itu.

Menonton film ini sudah gak semisterius saat menonton vacancy 1 karena  udah ngerti latar belakang dibalik layar si pengelola motel. Maka sutradara secara blak-blakan udah gak ragu lagi mendudukkan penonton dalam sudut pandang pemilik motel aka penjahatnya. Kita dikasi tahu terang-terangan motiv-motiv apa, rencana-rencana sang penjahat. Ga kayak di vacancy 1 dimana kita masih dibiarkan ketakutan bersama beckinsale dan Luke wilson. Kelebihan Vacancy 2 adalah tensi ketegangannya lebih tinggi (secara lebih banyak adegan kejar-kejaran), terus adegan-adegan slasher-nya lebih banyak. Para pemain juga bermain dengan lumayan meyakinkan .

Kekurangannya, secara film ini merupakan prekuel , jadi ada beberapa hal dan ketegangan yang udah ga berasa tegang lagi karena udah pernah dimunculkan di vacancy 1. Ruang gerak di vacancy 2 gak lagi sesempit vacancy 1 karena ada banyak setting adegan di luar motel dan pemainnya pun juga lebih banyak , jadi bagiku sih auranya lebih misterius saat nonton vacancy 1 karena feel  takutnya nya juga masih dapet . Tapi secara keseluruhan vacancy 2 tetep  menegangkan.


20 Des 2011

NO RESERVATIONS (2007)


 

Film bertema makanan.Terdengar menyenangkan bukan. Yang terbayang pasti disetiap scene-nya bakalan memanjakan mata kita dengan berbagai hidangan yang memancing rasa lapar. Yups dan film yang bakal kureview ini adalah salah satu film bertema makanan yang  kurekomendasikan bagi pecinta film bertema kuliner. No Reservations adalah remake dari film jadul Mostly Martha.

Kate (Catherine Zeta-Jones) adalah seorang master chef dari sebuah restoran high-class di Manhattan, New York, bernama 22 Bleecker Street Restaurant. Sifatnya yang sangat perfeksionis membuat masakan-masakannya selalu disukai para pengunjung dan dipuji kritisi makanan. Namun sayangnya, tabiatnya yang sangat keras dan dingin di dapur restoran tersebut telah membuat anak buahnya jengah. Sampai akhirnya, restoran mahal itu kedatangan sous-chef baru yang bergaya slengean, Nick (Aaron Eckhart). Berbeda 180 derajat dari Kate, Nick adalah pribadi yang bebas, penuh semangat, dan lepas dari segala macam aturan baku yang mengesalkan. Prinsipnya adalah menyelaraskan antara spirit hidup dengan sajian makanan yang mengairahkan di atas meja. Pada suatu ketika terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa kakak Kate. Seorang putri dari kakak Kate yang bernama Zoe (diperankan oleh Abigail Breslin) kemudian tinggal bersama Kate di apartementnya.

Melihat tema film ini saja sudah berhasil membuatku berselera. Bukan hanya berselera untuk membawa seabreg cemilan saat menonton, tapi juga pingin melihat aktivitas apa saja yang akan diperlihatkan di film ini yang berkaitan dengan kuliner. Dan benar saja, film ini seakan langsung membawa kita memasuki dunia dapur restoran 22 Bleecker Street beserta seluruh aktivitas menyibukan disana. Film ini gak cuma memanjakan mata kita dengan sajian dan dapur megahnya yang sibuk, tapi juga membungkus cerita dengan drama, juga komedi romantis antara Kate dengan Nick. No Reservations dengan sangat apiknya memadukan unsur-unsur tersebut dengan jalan cerita yang runtut. 

Dialog-dialog di film ini terlihat sangat natural dan enak dinikmati. Akting Catherine Zeta-Jones sangat menjiwai dalam memerankan seorang master chef yang bossy dan kaku. Juga kadang sisi keibuannya nampak saat ia harus mengurus putri dari sang kakak. Ke-stressannya juga mampu tergambar dari tiap ekspresi-ekspresi yang ia tunjukkan.  Akting Abigail Breslin sebagai Zoe juga tak kalah bagusnya, ia terlihat sangat menggemaskan dengan perubahan-perubahan mood dan emosinya yang mampu ia olah dengan baik. Aaron Eckhart juga tak kalah mendalami karakternya. Ia sangat pas dan cocok sekali memerankan seorang Nick dengan gaya santai kayak dipantai-nya. Suka banget deh dengan karakter dia di film ini. Apalagi waktu dia mulai dekat dengan Zoe (keponakan Kate), berbanding terbalik dengan karakter Kate yang terlihat gabisa menikmati hidup. Tapi justru perbedaan sifat itu yang menarik, sampai akhirnya merekapun dekat.Yah emang cerita di film ini lumayan gampang ditebak, tidak ada yang rumit disini. Seperti halnya komedi romantis lainnya yang menawarkan cerita ringan yang enak untuk diikuti. 

No Reservations versi remake ini sangat bisa dinikmati. Saya ga bisa membandingkan dengan Mostly Martha (versi aslinya) karena belom nonton yang versi lama, tapi ini jelas tontonan yang lezat untukku yang notabene emang suka dengan dunia kuliner. Ga hanya menyajikan cerita ringan yang maknyus untuk dinikmati, No Reservations juga mampu membawa kita dalam berbagai emosi. Apalagi Catherine Zeta-Jones dan Aaron sangat chemistry di film. Disempurnakan pula dengan ending yang manis. Perfekto :) 



18 Des 2011

A LONELY PLACE TO DIE (2011)





Saat berada di sebuah rental film, pandanganku langsung tertuju ke 1 buah film. Menarik juga sampul filmnya, kayaknya film thriller adventure gitu kan. Ada gambar cewek lagi manjat tebing lengkap dengan ransel hikingnya. Akhirnya tanpa pikir panjang dan tanpa membaca apa yang tertera di sampul filmnya langsung aja ku pinjem tu dvd dengan harapan akan melihat film thriller pendakian yang  memacu adrenalin. Setelah sampe rumah langsung deh nge-play ni film. Adegan-adegan pertama  dibuka dengan  sangat meyakinkan, menunjukkan  bahwa ini emang film adventure tentang hiking alias panjat tebing. Tapi makin lama film ini makin jauh dari perkiraanku.  

Setelah beristirahat dan menentukan orientasi medan di pos, ke lima pendaki itu memulai agenda pendakiannya pada keesokan harinya. Mereka mulai melakukan perjalanan, ketika tiba-tiba mendengar suara-suara aneh dari dalam tanah. Mereka menemukan keberadaan seorang anak kecil yang dikubur hidup-hidup  dan (sialnya)  gadis kecil tersebut malah dibawa oleh rombongan pendaki tersebut . Yaahh akhirnya penonton pun kecewa sodara-sodara , karena ternyata  film ini tidak berfokus  ke adegan-adegan pendakian-nya. tapi malah jadi kayak film action- thiller gitu. karena setelah membawa gadis tersebut, para pendaki mulai dikejar-kejar oleh orang-orang bersenjata yang tentu aja ada kaitannya dengan gadis kecil tadi.  


Sebenernya sih sah-sah aja kalo mau menggabungkan unsur thriller adventure dengan action, tapi sepertinya formula yang di ramu di film ini malah menjadikan ni film kurang nendang .Sepanjang scene kejar-kejaran tersebut gw bener-bener gak menikmati momen thriller action tersebut. Coba kalo misalnya film ini emang fokus dengan panjat-panjatan tebing, dibuat sesuai dengan adegan-adegan seperti di scene pembuka pasti akan lebih menegangkan.

Intinyaa sih sebenernya film ini ga jelek. Bagi pecinta action mungkin akan sangat terpuaskan karena sepanjang film dipenuhi dengan adegan-adegan mengintai, bersembunyi, dan menembak. Tapi bagiku A Lonely Place to Die bukanlah film yg sedap untuk 'di santap' karena  hanya memberikan harapan-harapan kosong di awal film dengan pembukanya yang sepertinya menegangkan sekali tapi akhirnya malah dicampur aduk dengan adegan-adegan action yang membuat film ini menjadi kehilangan aura adventure-nya. Yah sebenernya agak subjektif ya, karena ekspektasiku di awal yang mengharapkan film ini adalah pure film adventure, jadi bukan berarti film ini jelek, mungkin cukup bagus buat orang yang memang suka dengan genre action :)

 

TOP SECRET/ THE BILLIONAIRE (2011)



Menonton film ini rasanya seperti disuntikkan kembali semangat yang saat itu memang sedang down. Film ini adalah produksi Thailand, tapi Top Secret bukanlah film rom-com seperti apa yang biasa kita lihat dalam film-film Thailand yang kian menjamur dengan genre romantic comedy nya . Film ini adalah film inspiratif yang diangkat dari kisah nyata. Sebelumnya gw gak pernah tahu bahwa salah satu snack rumput laut mahal yang biasa kita temui di market-market yang bernama Tao Kae Noi adalah erat berhubungan dengan film ini. Ya, snack yang jujur aja belom pernah kucicipi itu adalah produksi dari seorang pengusaha muda Thailand bernama Top Ittipat. Jadi ceritanya kisah perjuangan Top Ittipat tersebut diangkat kedalam sebuah film. 


Diperankan oleh Peach Pachara Chirathivat, film ini mengisahkan tentang Top yang gemar sekali bermain games, dan dari hasil penjualan senjata-senjata digame tersebut ia pun mendapatkan penghasilan sendiri. Yups jiwa bisnis Top emang sudah terlihat saat umurnya 16 tahun. Bahkan dari penghasilannya menjual senjata-senjata di game tersebut ia pun bisa membeli sebuah mobil sendiri. Tapi dalam pendidikannya dia ternyata kurang beruntung. Saking sibuknya mengumpulkan uang dari hasil main game, prestasi Top menurun sehingga ia pun tak bisa meneruskan ke universitas negeri dan hanya masuk ke universitas swasta. 

Tak hanya itu, dilain pihak keluarganya pun kian terpuruk karena orang tuanya terlilit hutang sangat banyak sekitar 12 milyar. dan rumah mereka pun harus disita. Orang tua Top akhirnya memutuskan untuk pindah ke china dan tinggal dirumah saudara mereka. Tapi Top tak ingin menyerah gitu aja. Ia memilih untuk tetap tinggal di Thailand. Dengan jiwa bisnisnya ia berusaha untuk membantu orang tuanya . Dari mulai berjualan kacang goreng sampai akhirnya ia mendapatkan sebuah ide untuk membuat usaha makanan rumput laut yang lambat laun mendekatkan impiannya untuk mencapai kesuksesan.

Sebagai sebuah kisah yang diangkat dari kisah nyata Songyos Sugmakanan bisa dibilang berhasil menuangkan cerita nyata Top ke dalam film. Kisah jungkir balik perjuangan Top mampu dipaparkan dengan baik dalam layar. Membuat kita kadang ikut terenyuh dengan perjuangan Top yang memang diperlihatkan dari nol tersebut. Semua yang dialami Top mampu ia gambarkan dengan baik. Segala semangatnya,, keterpurukannya dan kegigihan Top tersampaikan dengan baik. Kadang-kadang Songyos juga memoles film ini dengan sentuhan komedi dan sedikit bumbu romantis membuat Top Secret lebih hidup dan berwarna 

Perjuangan Top di film ini sungguh sangat menginspirasi. Membuatku tersentil, karena selama ini sering mudah putus asa. Film ini memberikan gambaran bahwa perjuangan seseorang untuk menjadi sukses tuh gak mudah. Semuanya di mulai dari nol. Tidak ada yang instant. Untuk meraih impian kita juga harus mengalami pasang surut dulu dan kegagalan. Banyak sekali yang bisa kita petik dari film ini. Salah satunya juga tentang semangat. Yups, dalam kamus hidup Top ga ada kata menyerah. Ia adalah pribadi yang tahan banting. Ia mau belajar. Dan jika gagal akan selalu mencoba, mencari apa yang kurang, sekaligus memompa semangatnya dengan mengingat kata-kata motivasi saat ia kuliah

Oiya, satu pesan yang juga bisa diambil dari film ini adalah bahwasanya jangan ragu untuk mengambil kesempatan yang ada. Top ga pernah ragu untuk mencoba, ia gak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Istilahnya si Top ini gak mau kalah sebelum berperang. Tiap ada peluang ia akan memanfaatkannya dengan baik. Ya, walaupun memang harus mengorbankan pendidikannya. Tapi Top adalah pribadi yang punya prinsip dan keteguhan hati. Ia berani memilih apa yang memang jadi passion-nya. Dan terlihat sekali ia memang mencintai dunia usaha. Satu pesan lagi yang bisa dipetik, tekunilah apa yang benar-benar kita cintai dan ketika sudah memilih, kita harus total didalamnya. Benar-benar top deh film ini, dalam 1 kisah mampu memberikan berbagai pesan moral yang sangat menginspirasi

Bicara soal akting, Peach Pachara Chirathivat terlihat sangat mendalami perannya. Ia sangat cocok sekali memerankan seorang Top dengan segala semangatnya dan kegigihannya. Ia mampu menularkan semangat seorang Top kepada penonton. setidaknya itu yang kurasakan. Pada intinya film ini mengajarkan banyak hal. Terutama untuk meraih sukses memang butuh pengorbanan dan perjuangan. Sangat recomended untuk yang sedang merintis usaha atau orang-orang yang pengen men-charge semangat, wajib untuk menonton film ini . Happy Watching ^^