4 Des 2011

RED EYE (2005)

*spoiler alert*

Lisa (Rachel Mc Adams) adalah seorang manajer hotel Lux Atlantic. Suatu ketika lisa harus terbang ke Miami. Sebelum keberangkatan, ketika pesawat delay, Lisa bertemu dengan Jackson (Cillian murphy) yang ternyata adalah teman satu kursi dipesawat. Jackson terlihat sangat ramah dan simpatik . Tapi begitu terkejutnya Lisa, ketika dipesawat Jackson baru mengakui kalo dirinya adalah otak dari sebuah pembunuhan Charles Keefe, seorang menteri keamanan yang berlangganan hotel di Lux Atlantic. ia menyuruh Lisa menginstruksikan asistennya dihotel untuk memindahkan kamar hotel Keefe ke kamar yang menjadi sasaran bidikan bom para pembunuh bayaran nantinya. Lisa dilema donk, karena dilain pihak ayahnya lah yang akan segera dibunuh jika ia tak mau menuruti perintah Jackson. Segala cara coba Lisa lakukan untuk mengelabui Jackson di pesawat tapi sia-sia. Lisa pun pada akhirnya terpaksa menelepon hotel dan memberi instruksi kepada asistennya untuk memindah kamar Keefe. Sampai akhirnya saat pesawat mendarat ia melukai Jackson dengan sebuah pulpen lalu kabur dengan membawa ponsel Jackson. Lisa berhasil mencegah pembunuhan itu sebelum bom diledakkan. Karena Lisa tlah lebih dulu menelepon asistennya untuk mengosongkan kamar sasaran pembunuhan.

Terlepas dari segala kekliseannya sebagai film thriller, Red eye  adalah film yang sangat seru dan tegang. Yang jelas di film ini gw sangat-sangat naksir dengan Cillian hahaha. Entah kenapa muka culasnya selalu terlihat sexy dengan peran-peran antagonisnya. Dan dari sekian banyak film-filmnya, entah kenapa gw paling suka penampilan dia di film ini. Senyum dan tatapan matanya tuh super dingin tapi entah kenapa mempesona ya :D  Tapi makin kesini yang ku liat sih dia emang aktor watak yang mumpuni. Yang ga cuma modal ganteng, tapi emang bener-bener bertalenta. 

Menurutku Red Eye adalah  thriller yang  cukup sempurna. Ketegangannya  mampu terjaga dengan baik sepanjang film, lumayan memainkan emosi penonton. Ide ceritanya juga menarik dan pemainnya semua good looking. Rachel Mc Adams juga  terlihat sangat cantik di film ini. Terlihat sangat serasi dengan Cillian.  Para pemain di film ini terlihat sangat total. Apalagi Cillian yang berakting dengan sangat all out. Dengan tatapan dan bahasa tubuhnya yang sangat mengintimidasi. Dan 1 lagi, meskipun adegan kebanyakan hanya dipesawat tapi Rachel dan Cillian terlihat bisa membangun chemistry dengan sangat baik. Menurut pandangan amatirku sih film ini sempurna dan sangat sangat mengesankan buatku. Ga pernah bosen ditonton berkali-kali :)

 
 

BLACK WATER (2007)


 

Grace (Diana Glenn), kekasihnya Adam (Andy Rodoreda) dan adik perempuannya, Lee (Maeve Dermody) sedang berlibur ke bagian utara Australia. Pada suatu hari mereka memutuskan untuk melakukan tour di sepanjang sungai Blackwater sembari menghabiskan waktu mereka memancing dengan ditemani oleh seorang pemandu. Tapi ditengah-tengah tour, mereka baru sadar kalau dibawah sungai itu, ada buaya yang sangat membahayakan mereka. Perahu mereka tiba-tiba terbalik dan salah satu dari ketiga orang itu sempat menghilang.  

Kalo dilihat dari segi cerita sih emang klise. Ga jauh beda dengan cerita teror buaya lainnya. Mengingatkan dengan film Lake Placid yang juga mengusung tema sama. Dilihat dari jajaran pemainnya juga terlihat kalo ini adalah film low budget yang tidak menjual ketenaran para bintangnya, hanya menawarkan ketakutan-dan ketegangan melalui serangan buaya ganas dan juga embel-embel kisah nyatanya.Tapi sebagai film low budget menurutku film ini ga bisa dibilang buruk. Toh sepanjang durasi tetep bikin deg-degan dengan semua terornya

Film ini menurutku adalah thriller ringan yang enak untuk dinikmati. Sejak awal film, kita seolah dibawa tour disepanjang sungai blackwater tersebut. Banyak momen-momen menegangkan dalam film ini. Apalagi ketegangan pada saat ketiga orang tersebut harus tinggal di atas pohon untuk menghindari buaya-buaya yang mengancam di bawah sungai. Didukung dengan suasana rawa bakaunya yang terkesan dingin dan lembab membuat aura ketegangan mampu terjaga sepanjang film. Ditambah pula adegan waktu mereka harus bolak balik dari atas pohon lalu kembali ke sungai untuk memperbaiki perahu yang terbalik. Itu bagian yang paling kusuka dari film ini. 

Secara penggambaran, film ini sangat realistis. Ketakutan-ketakutan yang di visualisasikan oleh para pemain juga nampak ga di buat-buat  Yang pasti pemandangan rawa bakaunya juga lumayan mencuci mata. Suasana sepi dan mencekam disekitar rawa bakau juga jadi satu elemen pendukung film ini . Walaupun premisnya bisa dibilang basi dan merupakan film low budget, tapi film ini gak terasa membosankan karena jalan cerita yang tidak flat dan akting yang natural dari para pemainnya

THE MIST (2007)


*spoiler alert*

The Mist adalah salah 1 film yang diadaptasi dari novel karangan Stephen King yang ditulis pada tahun 1980. Film ini disutradarai oleh  Frank Darabont yang juga pernah menyutradarai film favoritku The Shawshank Redemption. Diceritakan  Seorang seniman (David Dryton) dan (Billy) putranya suatu ketika harus terjebak di dalam sebuah minimarket bersama beberapa orang lainnya yang berlatar belakang beda, karena seluruh kota tiba-tiba diselimuti kabut yang didalamnya terdapat makhluk aneh misterius yang sangat membahayakan. Kabut tersebut di duga akibat dari sebuah project yang mereka sebut the arrowhead project, sebuah project percobaan militer. 

David dan beberapa orang di minimarket itu selama terjebak sering mengalami beberapa konflik dan sempat berbeda pendapat dan bersitegang. Ada yang mencoba keluar dan ada yang tetap bertahan. Mereka selalu berusaha untuk menghindari dan melawan setiap kali makhluk-makhluk asing, termasuk kalajengking-kalajengking bertentakel itu menyerang dan masuk minimarket. Walaupun akhirnya banyak juga yang meninggal terkena gigitan serangga raksasa itu. 

Setelah berhari-hari terkurung dan sekuat tenaga memperjuangkan hidup, David, Billy dan 3 orang lainnya akhirnya berhasil meloloskan diri keluar ke mobil. Mereka berencana menjalankan mobil sampai bahan bakar habis. Tapi ketika mobil sudah dihentikan sampai bahan bakar habis, ternyata kabut tak juga menghilang. Ditekan stress dan depresi David akhirnya menembak ke 4 orang dimobil mereka termasuk putranya. Arrrrghhh !! kalau saja ia mau menunggu beberapa menit lagi ....ah sudahlah !

Sang sutradara sepertinya ingin membuat sebuah ending anti klimaks tapi justru twistnya bikin penonton sakit hati haha. Jujur, ini adalah film dengan ending paling menjengkelkan sepanjang masa tapi sekaligus juga sangat mengesankan, nahlo. Secara dulu nonton film ini tanpa baca referensi apa-apa sebelumnya. Jujur sih sebenernya kecewa dengan endingnya. Kenapa di akhir cerita David harus melakukan kesalahan besar. Kecewa karena setelah sekian durasi nonton dan berasa lamaa banget ternyata semua berakhir dengan sad ending.

Tapi diluar ketidakpuasan dengan endingnya film ini juga mengesankan karena punya ide cerita yang genius. Walaupun dari awal film adegan kebanyakan hanya berlatar di dalam sebuah minimarket, tapi film ini tidak terasa membosankan. Dan salut  banget karena mampu membuat twist yang sama sekali tidak tertebak. Dan ternyata oh ternyata Darabont emang sengaja merubah ending di film ini dengan yang ada di novel aslinya. Jenius banget sih, walaupun mengecewakan dan bikin gregetannn. Meski menyesakkan dada di endingnya, The Mist tetaplah  film yang sangat memorable dan pastinya bakalan kutempatkan dijajaran film favoritku. Film dengan ending tak terlupakan !!

127 HOURS (2011)



 

Dari pertama liat posternya gw udah sangat tertarik dengan film ini. Selain karena tema-nya ruang sempit, film ini juga bergenre adventure. Alasan lain adalah karena film ini true story yaitu kisah nyata yang bener-bener dialami sang tokoh utama. Ceritanya simple sih sebenernya. Tentang seorang pendaki bernama Aron Ralston (James Franco) yang sedang ber-adventure ria , tiba-tiba ia terperosok dan tangannya terjepit sebuah batu besar di Blue John Canyon – Utah. Ia bertahan selama 127 jam mencoba lepas dari jepitan batu itu. Tapi untungnya Aron mempunyai semangat hidup yang sangat tinggi. Ia terus berjuang melepaskan batu yang menghimpitnya walaupun hanya berbekal sebuah pisau kecil dan seutas tali. Jadi Ia hidup selama 127 jam di celah tebing sempit sendirian, hanya berbekal sebotol air mineral yang masih tersisa. Sebuah pesan tersirat yang kira-kira bisa tangkap dari film ini adalah  jangan mudah putus asa sekalipun harapan itu kecil bahkan hampir ga ada. Dengan apa yang ada berusahalah !!

Bayangkan suatu ketika disaat kamu sedang berpetualang sendirian, disebuah tebing tanpa diketahui siapapun, tiba-tiba kamu terperosok dan tanganmu terjepit batu, sementara kamu ga bawa ponsel pula. Kira-kira apa yang bakal kamu lakukan coba. Gw paling suka liat ekspresi mukanya Aron yang tetep keliatan santai walau dalam keadaan sulit. Akting James Franco sebagai Aron disini menurutku sangat berhasil. Dengan perawakan yang sangat pas untuk memerankan sosok pendaki,  ia mampu membuat penonton terharu, ikut merasakan penderitaan dan  kekalutan. Tapi juga bisa dibuat tertawa karena mimik mukanya yang terkesan cute dan gayanya yang santai. 
  
Pantes aja aktor spiderman dan juga Eat Pray Love ini akhirnya lebih dipilih untuk memerankan sosok Aron. Setelah sebelumnya kabarnya Cillian  juga sempat jadi kandidat untuk memerankan Aron di film ini. Mungkin memang Cillian lebih cocok memerankan sosok yang menekan daripada tertekan, dan juga mungkin secara fisik James Franco lebih pas jadi seorang petualang sementara Cillian lebih cocok jadi monster ganteng haha. Menurutku scene favorit di film ini adalah aksi konyol Aron yang tiap saat merekam aktivitasnya sendiri di celah tebing itu dengan handycam nya. Konyol tapi sedikit mengharukan. Pokoknya film ini rekomended banget terutama untuk para pendaki pasti akan sangat suka dengan film ini. Happy watching ^^

ALTITUDE (2010)



Setelah Sara (Jessica Lowndes) mendapatkan ijin mengemudi dan lisensi pilot, ia memutuskan untuk berlibur menghadiri sebuah konser dengan beberapa teman nya dengan menggunakan pesawat. Tapi sebenarnya ayahnya tak pernah mengijinkannya terbang karena takut kejadian yang pernah menimpa ibunya menimpa nya juga. Tapi Sara tetap pergi dengan pesawat tanpa diketahui ayahnya. 

Beberapa kejadian mencekam benar-benar dialami Sara dan teman-temannya. Pesawat yang mereka tumpangi ternyata mulai mengalami gangguan tekhnis, hingga Sara tak bisa lagi berkomunikasi dengan pemancar. Beberapa kendali pesawat mulai tak berfungsi dan terjadi beberapa kerusakan-kerusakan instrumen lain seperti baut ekor pesawat yang kendor, sehingga pesawat tak bisa diturunkan dan akan terus naik, sementara bahan bakar pesawat mulai habis. Dilain pihak mereka mulai melihat kekuatan mahluk lain di luar itu, dan apakah yang sebenarnya terjadi, Apakah ada hubungannya antara komik yang di baca Bruce dan kejadian-kejadian aneh yang mereka alami?

Altitude sebenernya seru-seru aja. Gw bahkan sempet merasakan kengerian saat Sara gabisa ngendaliin pesawatnya.  Ku pikir ini bener-bener pure film survival tentang pesawat . Makanya rada ilfil di pertengahan, karena tiba-tiba kok muncul sosok gurita. Karena jujur aja pertamanya emang ga begitu ngeh dengan detil-detil posternya. Ku pikir dari awal ini bukan horor fantasi haha.  Tp oke lah, gw masih berharap endingnya akan tetep bagus dan real. Tapi ternyata, ketegangan dan keseruan yang udah coba dibangun dalam otak seketika seperti tak mendapatkan klimaksnya. Sayang bangett... karena endingnya bener-bener gantung dan ngebingungin.  


Sebagai film yang menawarkan ketegangan dalam pesawat, film horor Kanada ini sebenernya keren-keren aja. Hal-hal yang sangat mengganggu ya hanya itu tadi, kenapa harus ada penambahan makhluk aneh dan ending yang kurang memuaskan. Padahal kalau misalnya film ini dibuat pure accident, bener-bener asli gangguan pesawatnya karena human eror pasti akan terasa lebih menegangkan dan real. Overall  lumayan aja deh, karena endingnya sangat bikin gw bengong sebengong-bengongnya :p