11 Feb 2012

VERTIGE /HIGH LANE (2009)


 

Vertige adalah horor thriller yang ikut di ajang festifal film prancis tahun 2010. Diceritakan Fred, Karine, Chloe, Loic, dan Guillaume akan melakukan sebuah pendakian. Ketika sampai dijalur masuk pendakian sebenernya udah ada sebuah tanda kalau jalur itu terlarang untuk dilewati, Tapi salah satu dari mereka, (Fred) ngeyel dan meyakinkan untuk tetep masuk. Akhirnya mereka berlima masuk dan mulai speechles karena pemandangannya bener-bener amazing. Mereka mulai mengalami kejadian-kejadian mengerikan setelah nekat masuk ke jalur itu. Seorang psikopat telah menunggu disana.  

Sebuah premis yang bisa dibilang klise untuk ukuran film thriller. Petualangan nekat ke suatu tempat, lalu psikopat adalah unsur-unsur yang sering banget dijadikan tema film-film thriller. Vertige juga mengangkat tema serupa namun untungnya film ini gak bertele-tele. Alurnya cenderung cepat jadi ketegangan-ketegangan itu masih mendominasi dan masih bisa dirasakan.  Setelah 1 step masuk ke jalur pendakian ,kita akan langsung disuguhi tebing-tebing dengan pemandangan yang indah. Aura thriller langsung merambat disekujur tubuh saat adegan robohnya sebuah jembatan gantung, Menyusul adegan Loic yang mempunyai vertigo harus gantung-gantungan berspekulasi dengan maut. Tapi kurasa setelah itu semuanya terasa biasa aja. Thrillernya terasa menurun walaupun tensinya masih terus naik.

Kelebihan film ini selain pemandangannya yang super keren hanyalah saat scene gantung-gantungan, karena selebihnya klise banget. ketemu psikopat dan bla bla bla kamu bisa nebak sendiri lah (yang udah sering menyantap film-film thriller). Walaupun kabarnya film ini based on a true story tapi mungkin akan lebih bagus lagi kalau ceritanya lebih dikembangin sehingga gak terkesan klise. Film ini tidak menyajikan hal yang bener-bener fresh menurutku. Dari jalan ceritanya juga sangat biasa.

Kesadisan yang disuguhkan saat menghadapi sang psikopat juga bisa dibilang standar seperti film-film thriller pada umumnya.  Hanya saja sekali lagi untungnya tensi film ini terus naik dan naik sehingga terasa tetap seru untuk diikuti. Apalagi efek-efek gore-nya lumayan dapet. Sebagai film thriller adventure menurutku Vertige  masih kurang menggigit. Banyak scene-scene yang harusnya lebih  mengeksplorasi alam dan tebing-tebing yang indah tersebut. Harusnya juga lebih banyak scene yang memfokuskan gangguan vertigo itu dengan pendakian yang lebih memacu adrenalin :)


8 Feb 2012

UNSTOPPABLE (2010)


 

Berdasarkan insiden kereta api Crazy Eight yang terjadi di Ohio, Amerika Serikat pada tahun 2001,  film ini bercerita tentang melajunya kereta api yang membawa bahan kimia tanpa awak. Jadi kereta itu jalan sendiri, lepas kendali dengan tenaga full power gara-gara kelalaian si petugas. Padahal di dalamnya berisi muatan bahan kimia beracun. Nahlo :D Inti dari film ini menceritakan usaha penghentian kereta itu dengan segala cara. Bintang utama film ini adalah salah 1 aktor favoritku Denzel Washington ( Frank Barnes) juga ada Chris Pine ( Will Colson) dan Rosario Dawson (Connie). Ketiga orang itu yang akan bekerjasama untuk menyelamatkan sebuah daerah padat penduduk dari kereta liar tersebut. Bagaimanakah caranya, dan apakah mereka berhasil menghentikan keliaran kereta itu sebelum sampai daerah padat penduduk?

Sebagai film thriller-action, film ini berhasil membangun sebuah ketegangan yang intens.  Dengan dua jajaran bintang utamanya yaitu tokoh Frank dan Will yang terlihat sangat kompak . Apalagi dengan adanya tokoh Frank yang keliatan selalu optimis dan hadir seperti layaknya superhero. Frank pantang menyerah dan tidak pernah terlihat panik. begitupun Will yang juga tak kalah gigih walaupun kadang kurang optimis. Kesantaian mereka justru membuatku makin terhibur sepanjang durasi. Apalagi di film ini gak melulu hanya menyajikan adegan adegan action yang menegangkan, tapi juga diselipkan sedikit drama tentang permasalahan Will dan istrinya serta Frank dan kedua anak perempuannya.  Yang jelas film ini tidak ingin membuat penontonnya mengumpat karena tidak mencapai ''klimaks''

Intinya semua ketegangan penonton terbayar sudah. Hanya sedikit pertanyaan. Apakah benar dalam kenyataannya ''usaha-usaha yang mereka lakukan itu'' bener-bener di lakukan tokoh-tokoh asli dalam cerita aslinya, atau hanya sebatas penambahan materi cerita agar melengkapi unsur dramatisasi. Entahlah, yang jelas saya sangat terhibur dengan film ini. Sebuah thriller-action yang mampu membawa kita dalam ketegangan yang cukup maksimal, apalagi diparuh-paruh terakhir film. Sangat recomended untuk pecinta thriller :)





4 Feb 2012

BURIED (2010)



Film dengan TKP sempit ! Entah kenapa begitu suka dengan film-film jenis ini. Seperti ada seni tersendiri saat menontonnya. Senang dan puas aja kalau akhirnya sang tokoh bisa lepas dari jerat permasalahannya. Seperti film yang akan ku review ini ''Buried'' dari judulnya aja udah terasa sangat menyesakkan. Atmosphere sempit udah terasa bahkan saat pertama denger judulnya. Film ini diperankan oleh Ryan Reynolds sebagai Paul Conroy, seorang supir truk yang saat konvoi mengalami penyandraan. Gw kasih 4 jempol dah buat aktingnya dia di film ini. Ryan Reynolds mampu mengeksekusi semua adegan porsi besarnya dengan sangat total. Kenapa porsi besar? Soalnya Paul adalah satu-satunya tokoh yang ada dalam film ini selain beberapa pendukung lain yang hanya bisa dinikmati dari suara telepon.
 
Paul bisa menempatkan emosinya dengan baik dan menularkan sisi-sisi keterbatasannya pada kita. Kita diajak berekreasi kedalam arena psikologis seorang Paul Conroy, meninggalkan dan melupakan posisi kita sebagai penonton dan kemudian terhipnotis, ikut terkubur dalam tekanan bersamanya. Yah Ryan Reynolds berhasil. Ia sangat sukses membuatku mendadak ikut claustrophobia. Suara napas yang tersengal-sengal, teriakan, bahkan tangisan Paul, saat tiba-tiba  berada disebuah peti mati tanpa tau apa dan kenapa. Keterbatasan, kepengapan, ketakutan-ketakutan Paul seakan ikut mengaliri tubuhku, seakan-akan ikut tertimbun dalam tekanan-tekanan  itu, seakan-akan  ikut frustasi, ikut sesak napas dan ikut depresi. 

Sepertinya Ryan Reynolds betul-betul mempelajari bagaimana psikologis dan emosi seseorang yang sedang terkungkung. Tapi beruntung disana ia dibekali dengan beberapa benda oleh si penyandera. Sebuah handphone, zippo (pemantik api) dan sebuah pisau dan beberapa lainnya telah disediakan di peti sempit itu. Sepertinya telah menjadi 1 paket di peti tersebut bersama dengan kepengapan itu. Entah paket apa namanya. Mungkin paket terburuk yang pernah Paul terima seumur hidup. Coba bayangkan kalo kita tiba-tiba berada didalam sebuah peti tertutup, terkubur entah dimana, dan hanya bersama benda-benda kecil tersebut. Mimpi buruk .Ya ini adalah mimpi buruk seorang Paul Conroy. 

Film ini bener-bener komplit dalam menyetir emosi penontonnya. Tidak hanya aroma thriller yang terasa di sepanjang durasi. Film ini juga menghadirkan suasana keharuan di beberapa scenenya. Ryan Reynolds bener-bener total bermain. Ia bisa memperlihatkan emosi-emosi yang tepat, bahkan saat harus berbicara kepada FBI ditelpon, kekacauan jiwanya terlihat dari caranya berbicara yang terburu-buru, terengah-engah, memaki, seakan-akan ia memang sedang dalam tekanan yang tanpa seorangpun mengerti, dan tanpa seorangpun bisa menolong. Ryan reynolds bener-bener berhasil memerankan karakter one man show dengan baik.
  
Hebatnya sepanjang durasi gak ada perasaan bosan padahal sepanjang film hanya diperlihatkan Ryan didalam peti mati, semakin lama malah semakin penasaran. Dan gw angkat jempol lagi dah buat script writernya dan juga tangan dingin Rodrigo Cortez sebagai sutradara, bener-bener jeniusss. Berani membuat film dengan budget super murah tapi mampu menghasilkan tontonan yang sangat menarik. Gw udah sering nonton film-film tkp sempit, tapi Buried membuatku makin jatuh cinta dengan film-film jenis ini. Sangat menantikan film dengan setting yang lebih ekstrim lagi dan yang pasti lebih menegangkan.




2 Feb 2012

FINAL DESTINATION 5 (2011)





Bagi kamu yang penggemar setia FD pasti udah tau gimana premis khas dari rangkaian franchise FD yang selalu udah bisa ketebak. Kali ini ga jauh beda. diceritakan Sam Lawton (Nicholas D' Agosto) mendapatkan firasat  jembatan gantung North Bay yang ia lewati saat perjalanan retret perusahaan akan roboh. Dalam penerawangannya ia dan teman2nya mati satu persatu dalam kecelakaan itu. Walaupun premisnya udah bisa ditebak, tapi film ini masih menampilkan seni yang menghibur dalam menggambarkan kematian-kematian itu. Cara penggambaran kematiannya sangat tragis tapi bikin penasaran. Cara teman-teman Sam mati dalam penerawangan itu juga diperlihatkan sangat gory dan vulgar. Detik-detik menjelang hingga jembatan itu roboh pun ditampilkan dengan sangat mengerikan. Sam yang saat itu berada di bus bersama teman-teman dan kekasihnya Molly Harper (Emma Bell) segera meloloskan diri sebelum firasat itu benar-benar terjadi dan Sam berhasil lolos dari maut.

Setelah selamat dari tragedi jembatan roboh, ternyata mereka telah diintai dengan kematian yang sebenarnya. Beberapa rentetan kematian berurutan seperti kematian dalam terawangan Sam tapi kali ini dengan cara yg berbeda dan tidak terduga-duga pada tiap orangnya. Adegan paling faforit tentu saja adegan diawal-awal film saat runtuhnya jembatan gantung North Bay, kecelakaan itu mampu ditampilkan secara keren dan  mengerikan banget. Menyusul adegan penggambaran kematian teman-teman Sam yang juga tak kalah seremnya. Walaupun tidak ada yang baru yang disajikan selain rentetan kematian yang menyenangkan itu, FD5 setidaknya sudah tampil lebih baik daripada seri yang sebelumnya.

Efek 3D di film ini sangat memanjakan mata. Paling tidak itulah yang jadi kelebihan paling menonjol di film ini. Kesadisan-kesadisan yang diperlihatkan juga ga tanggung-tanggung. Mengerikan sekaligus indah ! Dan bicara tentang kejutan, emang bagian ending merupakan bagian yang paling keren. Twist nya mantapp dan ga ketebak sama sekali ! Tapi bicara akting para pemainnya menurutku biasa-biasa aja ya. Malah sepertinya muka mereka kurang begitu familiar buatku. Cuma sosok Emma Bell aja yang waktu itu pernah kulihat membintangi Frozen. Mungkin Steven Quale, sang sutradara terlalu fokus dengan penggambaran kematian-kematiannya sehingga adegan-adegan lain dan pendalaman karakter para pemainnya terasa kurang diperhatikan. Secara keseluruhan FD 5 tidak mengecewakan kok, cuma masih ada beberapa akting pemainnya yang keliatan maksa dan gak menjiwai dalam setiap adegan nya. Tapi FD 5 jelas  mempunyai kelebihan dibagian endingnya juga kehebatan efek 3D nya
  

1 Feb 2012

CRAZY STUPID LOVE (2011)


 

Yang namanya pernikahan pasti pernah mengalami suatu masa yang namanya dilanda kejenuhan, begitu juga yang dialami Cal (Steve Carell) dan Emily Weaver (Julianne Moore). Dari pihak Cal sih sepertinya tidak pernah merasakan kebosanan itu. Tapi beda dengan yang dirasakan Emily, istrinya. Sepertinya ia mulai bosan dengan pernikahan yang makin lama makin dirasakannya hambar. Terbukti saat mereka makan malam tiba-tiba saja Emily dengan spontan dan tanpa babibu langsung mengutarakan keinginannya untuk bercerai. Ya, kontan saja Cal merasa kaget dan shock. Apalagi ketika Emily mengakui sudah berselingkuh dengan rekan sekerjanya, David Lindhagen (Kevin Bacon). Tapi Cal mencoba menerima keputusan Emily, ia menyetujui untuk berpisah dengan Emily, wanita yang telah 25 tahun dinikahinya itu.

Cal melalui hari-harinya pasca berpisah dengan perasaan kecewa dan kacau. Sampai saat ia bertemu dengan seorang womanizer bernama Jacob (Ryan Gosling). Melihat keadaan Cal yang sangat menyedihkan Jacob pun berniatan mendekati Cal dan membantu Cal untuk  bangkit dan menemukan kembali 'kejantanannya'. Berbekal tekad kuat untuk membuat sang istri menyesal telah menceraikannya, akhirnya Cal pun mau dibantu oleh Jacob. Mulai saat itu sang womanizer pun mulai berperan menjadi 'mentor' pribadi Cal dan ia mulai me-makeover penampilan Cal sehingga secara drastis hidup Cal pun mulai berubah.

Komedi romantis yang cukup kompleks. Itulah kesan yang kudapatkan setelah selesai menonton film besutan Glenn Ficarra – John Requa ini. Padahal saat diawal-awal film kukira  konflik yang terjadi hanya seputar Cal dan istrinya saja. Tapi ternyata semua printilan-printilan kisah yang lain mempunyai kaitan erat satu sama lain yang berdampak besar diakhir cerita. Tapi tunggu dulu, kompleks disini bukan kompleks yang serius . Memang akan ada kerumitan dan kehebohan yang terjadi :D tapi film ini bukanlah sebuah tontonan yang berat, Crazy Stupid Love tetap menjadi tontonan yang ringan dan sangat menghibur sesuai dengan genre-nya

Film ini berjalan dengan pelan sambil mulai memainkan iramanya dengan tempo sedang. Cerita yang diusung film ini sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Tentang perceraian, tentang perselingkuhan, percintaan. Tema yang sangat dekat dengan keseharian dan mungkin saja kita alami, hanya saja disini diceritakan secara ringan dan tentu saja berbalut komedi. Tak berlama-lama film ini langsung memaparkan satu demi satu konflik yang terjadi, memperkenalkan  kita dengan karakter para pemainnya. Steve Carell langsung mendapatkan porsi terbanyak diawal-awal film. Kekalutannya, kegalauannya pasca sang istri minta cerai mampu ia gambarkan dengan baik. Kadang kekonyolan juga nampak ditiap ekspresinya. Ryan Gosling pun mampu tampil sempurna dengan gaya playboy nya yang cool dan elegan. Semua bintang besar yang ada di film ini, termasuk Julianne Moore dan Emma Stone juga bermain dengan baik.

Crazy, Stupid, Love adalah film komedi romantis yang tidak sekedar menawarkan cerita yang kocak dan mengundang tawa tapi juga menjadi sebuah  tontonan yang mempunyai pesan. Ya setidaknya sedikit pesan, tentang pentingnya memperjuangkan cinta sejati. Ketika kita merasa seseorang adalah belahan jiwa kita, maka hendaknya terus diperjuangkan sampai kita mendapatkannya. Film ini juga tampil menarik karena dialog-dialognya yang cerdas juga menggelitik. Semua cast difilm ini sangat mendukung kekonyolan dan kegilaan yang tersaji haha termasuk mimik muka dan gesture yang ditampilkan oleh Steve Carell. Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri Cal mampu ter-bedakan. Cal adalah karakter favoritku difilm ini. Ia bisa tampil dengan sebegitu polosnya, tapi tiba-tiba si om yang 1 ini bisa berubah 180 derajat menjadi sangat percaya diri, ganteng, dan kharismatik, ya walaupun kadang kegugupannya masih sedikit nampak.

Naskah yang ditulis oleh Dan Fogelman sangat menarik, cara ia membangun cerita dari awal begitu runtut. Cara ia menghubung-hubungkan kejadian satu dengan lainnya sehingga kesemuanya memiliki keterikatan juga sangat rapih. Hingga twist diakhir film juga mampu ia tempatkan di momen yang tepat. Hanya beberapa kali film ini terjebak dalam kebosanan tapi itu juga segera terbayar lunas dengan momen dipertengahan menjelang akhir .Saat konflik demi konflik semua diledakkan dan pada akhirnya mampu terurai diakhir film.

Oya, difilm ini juga digambarkan bahwa cinta tak mengenal usia, ketika putra Cal secara terang-terangan menyukai pengasuhnya yang lebih tua 4 tahun darinya. Dan masih banyak lagi kekonyolan lain yang nantinya akan terungkap. Ya cinta memang kadang membutakan. Kadang membuat kita melakukan hal-hal gila dan terlihat bodoh, tapi itulah cinta yang ditawarkan di film ini, rumit, gila, tapi mampu dikupas secara mendalam sehingga menjadi tontonan yang apik dan berkesan. Happy watching-